Achmad F Alfansuri
Akrab dipanggil Fanfan, pemuda yang baru saja menyelesaikan masa studinya di Fakultas Teknologi Pertanian IPB ini memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap musik hal ini dapat diketahui dari banyaknya project musik yang ia geluti dan seringnya ia menjadi additional player dari beberapa band. Selain berkoar di corong mikrofon pemuda yang mengklaim dirinya sebagai Positive Mental Attitude Youth ini juga mengelola sebuah webzine yang bernama Jumpingdew. Fanfan dapat ditemui di @fanfandalism.
————————————————————————————————————————————————
Adia Prabowo
Adia adalah seorang penggalang masa di twitter. Tidak bisa dipungkiri kedatangan 311 ke Jakarta adalah berkat andil dia menyulut gerakan 311 Jakarta di social media. Mungkin itu karena passion dia di musik yang memang sangat besar. Perempuan ini akan sering terlihat di pertunjukan musik besar di Indonesia dan terdengar di pengeras suara stereo set anda (khususnya bagi kalian yang berada di Solo). Cakupan genre yang digelutinya sangat luas, dari boyband, rock, sampai yang paling soul sekalipun, Motown. Temui Adia di @adia311.
————————————————————————————————————————————————
Danar Pramesti
Danar Pramesti alias Mbak Curcol alias Gadis Bekasi alias DanarAllstars merupakan biduanita dari band Souljah yang sering menjadi mitos di antara teman-teman nongkrongnya karena sibuk manggung dan memiliki latar belakang yang bermacam-macam. Selain pernah siaran di salah satu radio remaja, dia juga punya sejarah sebagai pelaku dunia iklan. Menulis juga adalah salah satu yang dia gemari. Permainan kata yang seperti sirkus bisa dilihat di puisi dan lirik buatannya. Dengar Kicauannya di @DanarAllstars.
————————————————————————————————————————————————
Hizkia Jacobus
Mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual di Univesitas Multimedia Nasional ini sehari-hari bekerja sebagai Graphic Designer di sebuah perusahaan agensi iklan. Kia dikenal aktif di skena musik chipmusic/8bit sebagai scenester yang sering menyelenggarakan gigs chipmusic bersama teman-temannya di CNUT!. Selepas bubarnya CNUT! Kia mendirikan NEW! sebuah event organizer musik dengan cakupan yang lebih luas dan tidak terkotakkan dan aktif di komunitas Toy Camera bernama Klastic. Ikuti Kia di @HizkiaJacobus.
————————————————————————————————————————————————
Mikael Johani
Mikael Johani adalah seorang pemerhati sastra Indonesia. Dia adalah anggota komunitas Bunga Matahari yang punya kebiasaan melahap buku ketika buang air dan sebelum tidur. Mikael Meraih Bachelor of Arts dari Australian National University, Canberra, Australia (1999) dan menjadi kandidat PhD in History di University of New South Wales, Sydney, Australia (2001-2003). Karena itu dia sangat terpengaruh dengan musik OZ rock. Sempat menjadi editor fitur untuk majalah a+ circa Samuel Mulia, music reviewer untuk tribe.com dan penerjemah untuk Australian Parliament House. Pernah pula menjadi editor di Metafor Publishing dan Jurnal Perempuan. Tulisan-tulisannya, baik dalam bentuk esai, review, feature maupun cerita pendek, pernah diterbitkan di Koran Tempo, Matabaca, sinema-indonesia.com, majalah soap, dll. Mikael sudah menerbitkan buku puisi berbahasa Inggris “We are Nowhere and It’s Wow” terbitan Iris Publishing. Kini ia bekerja sebagai editor di agensi PR. Temui Mikael di @mekitron.
————————————————————————————————————————————————
Pugar Restu Julian
Pugar Restu Julian adalah founder dari proyek musik mitos indie rock bernama thedyingsirens. Ia juga co-founder dari milis komunitas puisi maya BungaMatahari. Puisi-puisinya bisa dilihat pada buku “Anthologi BungaMatahari” (kalo masih ada di toko-toko buku yah). Bekerja sebagai orang yg menangani social media dan yg beruhubungan dengan dunia digital di sebuah perusahaan rekaman besar telah membuka pikirannya akan 2 dunia; indie dan mainstream. Ia juga sibuk dengan proyek puisi perkusif Otak and Chair & sering menjadi additional player untuk band-band indie di Jakarta diantaranya pernah menjadi drummer Vessel, C’mon Lennon, A Boy Named Santiago, dan banyak lagi. Dari kecil ia sudah melahap berbagai jenis musik, tetapi sepertinya ia paling tertaut dengan musik rock, terlebih alternative 90s. Dengar tetabuhannya di @ugambreng.
————————————————————————————————————————————————
Rinjani Reza
Biasa dipanggil Eja, pemuda yang tanggal lahirnya bertepatan dengan hari Natal ini berusaha menerapkan etos D.I.Y dan nilai kemandirian dalam kehidupan sehari-harinya. Eja telah aktif di skena musik Bogor sejak 1999 dan bergabung di band hardcore/fastcore bernama DiexFast dan First Strike dan band Thrash Metal Remind De’Forgotten yang akhirnya membubarkan diri pada tahun 2009 lalu. Kini Eja aktif bermusik sebagai vokalis di band Digital Hardcore Bibir Merah Berdarah dan gitaris di band Grindcore/Crust Teriak Lepas. Selain aktif bermusik, pemuda yang kadang tampil solo ini juga aktif membuat zine “Sajak Tanpa Suara” yang mengkompilasikan puisi ciptaannya. Eja sedang merintis usahanya dibidang yang masih tidak jauh dari dunia musik, Gitar Custom. Sambangi Eja di @rinjanireza.
————————————————————————————————————————————————














